Contoh Uang Giral Beserta Pengertiannya

Pada kali ini materibelajar akan membahas tentang uang yaitu uang giral, pembahasan kali ini akan berfokus pada uang giral karna sebelumya kita sudah membahas uang kartal. pembahasan mengenai uang giral ini meliputi pengertian, fungsi, gambar, kelemahan dan kelebihan dari uang giral beserta perbedaan antara uang giral dan uang kartal dalam bentuk tabel. untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini

“Uang Giral adalah uang yang dikeluarkan bank umum yaitu berupa surat-surat berharga”

Uang giral sewaktu-waktu bisa dipakai sebagai alat pembayaran. Di negara-negara yang maju perekonomiannya, banyak yang memakai uang giral sebagai alat pembayaran. Selain karena lebih praktis, uang giral pun lebih aman dibanding uang kartal.

Contoh Uang Giral

Berikut adalah beberapa contoh uang giral di antaranya yaitu :

Cek
“yaitu sebuah perintah tertulis pemegang rekening terhadap bank yang ditunjuk untuk membayar sejumlah uang”

Jenis-jenis cek adalah sebagai berikut

Cek Atas Nama
Merupakan cek yang diterbitkan atas nama seseorang ataupun badan hukum tertentu yang tertulis jelas pada cek tersebut. Sebagai contoh jika di cek tertulis sebuah perintah bayarlah kepada: Tn. roli sejumlah Rp 3.000.000,- maka cek inilah yang disebut dengan cek atas nama, tapi dengan catatan kata “atau pembawa” di belakang nama yang diperintahkan dicoret.

Cek Atas Unjuk
Cek atas unjuk yaitu kebalikan daripada cek atas nama. Dalam cek atas unjuk tidak tertulis nama seseorang ataupun badan hukum tertentu jadi siapa saja bisa menguangkan cek atau dengan kata lain cek bisa diuangkan oleh si pembawa cek. Sebagai contoh di dalam cek itu tertulis bayarlah tunai, atau cash atau tidak ditulis kata-kata apa pun.

Cek Silang
Cek Silang atau cross cheque merupakan cek yang dipojok kiri atas diberi dengan dua tanda silang. Cek ini sengaja diberi silang, fungsi cek yang semula tunai berubah menjadi non tunai atau sebagai pemindahbukuan.

Cek Mundur
adalah cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal sekarang, misalnya hari ini tanggal 01 Mei 2002. Sebagai contoh. Tn. takur ingin mencairkan selembar cek dan di mana dalam cek itu tertulis tanggal 5 Mei 2002. jenis cek inilah yang disebut dengan cek mundur atau cek yang belum jatuh tempo, hal ini umumnya terjadi karena ada kesepakatan antara si pemberi cek dengan si penerima cek, misalnya karena belum memiliki dana pada saat itu.

Cek Kosong
Cek kosongyaitu cek yang dananya tidak tersedia di dalam rekening giro. Sebagai contoh nasabah Tn. Hakim menarik cek senilai 60 juta rupiah yang tertulis di dalam cek itu, tetapi dana yang tersedia di rekening giro tersebut hanya ada 50 juta rupiah. Ini berarti kekurangan dana sebesar 10 juta rupiah, jika nasabah menariknya.

Giro
adalah simpanan pada bank yang penarikannya bisa dilakukan setiap saat dengan memakai cek atau surat berharga lainnya atau melalui pemindah bukuan.

Kartu kredit
adalah kartu yang dikeluarkan bank yang menjamin pemegangnya untuk bisa berbelanja tanpa membayar secara kontan. Uang yang dikeluarkan untuk berbelanja akan dipotong secara langsung dari rekening tabungannya.

Wesel pos
adalah surat pos yang bisa dipakai untuk mengirim uang.

Kelebihan Uang Giral

Memudahkan pembayaran dikarenakan tak perlu menghitung uang.
Alat pembayaran yang bisa diterima untuk jumlah yang tidak terbatas.
Lebih aman dari risiko uang hilang, lebih kecil dan jika hilang bisa segera dilapokan ke bank yang mengeluarkan cek atau bilyet giro untuk melakukan pemblokiran.
Praktis serta aman.
Jika hilang bisa dilacak kembali.
Mampu berpindah tangan tanpa mengeluarkan biaya yang cukup besar.
Pecahan nilainya bisa diatur sesuai keinginan.
Sebagai alat pembayaran dengan jumlah yang tak terbatas.

Kelemahan Uang Giral
Tidak efektif dipakai untuk membayar dalam jumlah yang kecil.
Tak setiap orang bisa menerimanya.