Hukum Salam

Memberi atau menyapa saudara-saudara Muslim adalah sunnah atau hukum yang sangat dianjurkan. Sumber : suhupendidikan.com

Dalam memberi atau menyapa sekelompok orang, hukum adalah sunnah kifayah.

Sunnah kifayah berarti bahwa jika ada orang dalam kelompok yang menyapa, maka itu sudah cukup (diwakili).
Salam balasan sah

Ada dua undang-undang untuk menanggapi salam, yaitu:

  1. Tanggapi salam sendirian

Jika seorang Muslim menerima salam dari saudara-saudara Muslim lainnya, dan dia sendirian, hukum berkewajiban untuk menanggapi salam itu.

mengapa menanggapi salam ketika hukum itu sendiri fardu’ain.

  1. Menanggapi salam kelompok

Jika ada sekelompok Muslim yang menerima salam dari saudara-saudara Muslim lainnya, hukum untuk merespons salam ini adalah fard kifayah.

Fardu kifayah berarti bahwa jika seseorang telah menanggapi salam, itu sudah cukup (diwakili) dan yang lain baik-baik saja jika mereka tidak menanggapi salam mereka.

Dengarkan dan baca juga: Doa untuk orang tua

Arti Assalamu’alaikum atau Doa Salam

Ada makna tersirat dalam doa salam, yaitu “Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh”. Temukan arti salam berikut:

  1. Sebagai ungkapan saling cinta dan hormat

Menyambut saudara laki-laki Muslim berarti Anda berdoa agar saudara Muslim itu mendapatkan kebaikan dan keamanan di dunia dan di akhirat.

Hukum Salam

  1. Semua makhluk bergantung pada Tuhan

Arti doa Salam adalah seperti bentuk penyerahan manusia kepada Allah SWT atas segala yang terjadi di alam semesta.

  1. Memberikan perasaan aman

Ketika Anda menyapa saudara-saudara Muslim lainnya, secara tidak langsung melindungi Anda dari semua perlakuan jahatnya.

Baik itu perawatan fisik atau verbal dan penghormatan terhadap harga diri Anda juga merupakan hak Anda untuk hidup.
Pesan Assalamu’alaikum atau Salam Doa

Arti-Assalamualikum

Ada beberapa pesan hebat yang disimpan dalam salam salam atau doa.

Pesan yang tersirat dalam salam adalah:

  1. Bertemu teman sekelas Muslim adalah pertemuan yang bagus

Keberadaan ucapan ini menyiratkan bahwa pertemuan antara kawan-kawan Muslim adalah pertemuan terbaik di dunia.

Isinya rasa cinta, ketulusan, kejujuran, dan sukacita.

Adalah naif bagi seorang Muslim untuk bertemu saudara laki-lakinya dan menyambutnya, sementara masih menyimpan perasaan benci atau balas dendam di dalam hatinya.

Nabi Muhammad menekankan pentingnya pertemuan.

Utusan Allah berkata:

Ini berarti:

“Jangan meremehkan kebaikanmu bahkan jika (hanya) dalam bentuk bertemu kakakmu dengan wajah bercahaya.” (SDM. Muslim).

Karena itu, ketika seorang Muslim bertemu saudaranya, wajahnya akan memancar, senyumnya akan tulus dan matanya akan bersinar.

Terlepas dari itu, kata-katanya bisa ceria, dia merasa cintanya sangat dalam dan persaudaraannya sangat kuat.

  1. Dalam doa ini salam berisi makna persaudaraan secara umum

Kami menemukan pemahaman ini melalui perspektif tata bahasa.

Ungkapan “alaikum” dalam doa ini menggunakan jamak dhamir “kum”, yang berarti “kalian semua”.

Ketika Anda menyapa satu atau lebih orang, Anda masih menggunakan “kum” dhamir (kalian semua). Dan jangan menggantinya dengan satu dhamir tunggal “ka” (Anda laki-laki) yang ditujukan hanya untuk satu orang.

Apa artinya ini?

Melalui doa ketika kita bertemu saudara-saudara Muslim ini, kita diajarkan untuk membuat ikatan iman persaudaraan dengan berdoa untuk keselamatan bagi setiap Muslim. Doa keselamatan ini melintasi batas perbedaan ras dan suku.

Dengarkan dan baca juga: Doa untuk orang sakit

Mungkin, secara fisik, kita tidak bisa mengenali orang yang kita sapa, baik itu orang Indonesia, Amerika, Inggris, Arab, Cina, atau lainnya.

Kita mungkin bahkan tidak tahu etnis atau ras mereka, tetapi mereka semua telah dirangkum dalam salam kami.

Mungkin, tentu saja, kita tidak dapat bertemu orang-orang yang kita sapa dan kita hanya bisa bertemu mereka di dunia maya, tetapi mereka semua diliputi oleh salam yang kita tawarkan.

Salam biasa bagi semua Muslim, termasuk semua orang yang kita temui. Tidak masalah apakah kita mengetahuinya atau tidak.

Nabi mengajarkan:

“Sapa orang-orang yang kamu temui dengan orang-orangku.” (HR. Ash-Syairazi).

Tapi itu sangat disayangkan, kita melihat bahwa salam cenderung disampaikan hanya kepada orang yang kita kenal.

Kita juga sering merasa aneh ketika ada orang yang tidak kita kenal tiba-tiba menyapa kita. Karena, pada kenyataannya, mereka semua adalah saudara kita.